Langsung ke konten utama

Diuji Dengan Sapi


Seorang pemuda datang untuk meminang putri seorang petani yang terkenal cantik di desa itu. "Baiklah, tapi aku ingin tahu sejauh mana kemampuanmu bertani dan beternak. Jika kamu bisa memegang ekor salah satu dari tiga sapiku, maka aku terima pinanganmu," kata si petani.
Pemuda itu disuruh bersiaga di pintu ladang. Dia bertugas menghalangi sapi jantan yang hendak masuk ke ladang, dengan cara memegang ekornya.

Sapi pertama dikeluarkan. Nyali pemuda itu ciut. Dia tidak pernah melihat sapi sebesar itu. Tanduknya tajam, tatapan matanya tampak sangat garang. Akhirnya, dia membiarkan sapi pertama lewat. "Barangkali sapi yang kedua lebih jinak," pikirnya.
Sapi jantan kedua dilepas. Nyalinya justru semakin ciut. Sapi itu jauh lebih besar, jauh lebih garang. Bahkan, liurnya menetes sambil melenguh pertanda siap menyeruduk. Pemuda itupun ketakutan, dan membiarkannya lewat. "Sapi ketiga pasti lebih jinak. Tidak akan ada sapi yang lebih garang dari ini," pikirnya.

Ternyata benar, sapi ketiga bertubuh kecil, kurus dan tampak sangat jinak. Pemuda itu girang bukan kepalang. Dia langsung bersiaga di samping pintu ladang untuk memegang ekornya. Namun, alangkah terkejutnya dia setelah berada di belakang sapi tersebut, ternyata sapi itu buntung, tidak ada ekornya.
من انتظر فرصة بغير مشقة ، عاش بلا فرصة
"Jika engkau melepas sebuah peluang hanya gara-gara adanya tantangan berat, maka itu sebuah pertanda besar bahwa engkau akan kehilangan semua peluang."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Buta Membawa Lentera

Seorang kakek tua yang sudah buta keluar rumah pada malam hari. Anehnya dia membawa sebuah lentera untuk menerangi jalan. Seseorang yang menjumpainya di jalan terheran-heran. "Mbah, buat apa membawa lampu, apa gunanya?" Kakek tua itu menjawab dengan kalimat singkat: لكي لا يصدمني المبصرون "Agar aku tidak ditabrak oleh orang-orang yang bisa melihat." Kesalahan orang lain kepadamu kadangkala terjadi karena engkau memang meletakkan dirimu untuk disalahi. Sikap orang lain kepadamu seringkali merupakan buah dari sikapmu kepada mereka.

Pahit Manis Kehidupan

"Tuan Guru, kenapa orang-orang mengkhianatiku padahal aku selalu berbuat baik kepada mereka? Kenapa orang-orang yang aku cintai dengan tulus justru bersikap buruk kepadaku?" Syekh itu terdiam. "Kenapa orang-orang selalu berprasangka buruk padaku, padahal aku melakukan hal-hal baik dengan tujuan yang baik?" Syekh tetap diam. Pemuda itu mulai menangis. "Ya Syekh, mengapa setiap air susu yang aku berikan kepada mereka, selalu mereka balas dengan air tuba!?" Tiba-tiba Syekh itu berdiri dan meletakkan tangannya di dada sang pemuda. "Nak, engkau datang ke sini bukan untuk mengadukan kesialan hidupmu. Engkau justru mengadukan betapa cintanya Allah kepadamu." Ketika Allah mencintai seseorang, maka Allah pasti memberikan ujian yang berat kepadanya. Ketika seseorang tetap teguh dengan kebaikan pada saat ujian dan godaan datang silih berganti, maka hal itu merupakan pertanda kuat bahwa Allah sedang mengangkat derajat kemuliaannya. Ya Allah berilah kami k...

Kurma yang Membusuk

Seorang ibu miskin mengambil beberapa butir kurma dari sebuah kantong, dia mengamati lalu membuangnya. Rupanya kurma-kurma itu sudah mulai membusuk. Akhirnya, dia berdiri dan mematikan lampu, lalu memakan sisa kurma yang berada di dalam kantong itu hingga tak tersisa. ربما نتجاهل لكي نعيش "Ada saatnya kita harus pura-pura tidak tahu untuk bisa bertahan hidup." Ada saatnya, kita harus membohongi perasaan sendiri demi sebuah tujuan.