Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Pahit Manis Kehidupan

"Tuan Guru, kenapa orang-orang mengkhianatiku padahal aku selalu berbuat baik kepada mereka? Kenapa orang-orang yang aku cintai dengan tulus justru bersikap buruk kepadaku?" Syekh itu terdiam. "Kenapa orang-orang selalu berprasangka buruk padaku, padahal aku melakukan hal-hal baik dengan tujuan yang baik?" Syekh tetap diam. Pemuda itu mulai menangis. "Ya Syekh, mengapa setiap air susu yang aku berikan kepada mereka, selalu mereka balas dengan air tuba!?" Tiba-tiba Syekh itu berdiri dan meletakkan tangannya di dada sang pemuda. "Nak, engkau datang ke sini bukan untuk mengadukan kesialan hidupmu. Engkau justru mengadukan betapa cintanya Allah kepadamu." Ketika Allah mencintai seseorang, maka Allah pasti memberikan ujian yang berat kepadanya. Ketika seseorang tetap teguh dengan kebaikan pada saat ujian dan godaan datang silih berganti, maka hal itu merupakan pertanda kuat bahwa Allah sedang mengangkat derajat kemuliaannya. Ya Allah berilah kami k...

Kurma yang Membusuk

Seorang ibu miskin mengambil beberapa butir kurma dari sebuah kantong, dia mengamati lalu membuangnya. Rupanya kurma-kurma itu sudah mulai membusuk. Akhirnya, dia berdiri dan mematikan lampu, lalu memakan sisa kurma yang berada di dalam kantong itu hingga tak tersisa. ربما نتجاهل لكي نعيش "Ada saatnya kita harus pura-pura tidak tahu untuk bisa bertahan hidup." Ada saatnya, kita harus membohongi perasaan sendiri demi sebuah tujuan.

Generasi Remaja

Dalam usia 16 tahun, Sahabat al-Arqam menjadikan rumahnya di atas bukit Shafa sebagai pusat gerakan umat Islam di Makkah. Di sanalah Rasulullah saw membimbing para Sahabat untuk menghindari pengintaian Kafir Quraisy. Dalam usia 13-14 tahun, Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muawwidz bin Afra' menjadi pahlawan yang berhasil membunuh Abu Jahal dalam Perang Badar. Dalam usia 13-15 tahun, Zaid bin Tsabit sudah menjadi Sekretaris Rasulullah saw dan menguasai beberapa bahasa. Dalam usia sekitar 17 tahun, az-Zubair bin Awwam menjadi orang pertama yang menghunus pedang untuk membela Islam. Marilah renungkan kembali, apa yang telah diperbuat oleh generasi kita dalam usia-usia itu!?

Keluarga

فعندما تفرح تذهب الى شخص تحبه ، وعندما تحزن تلجأ الى شخص يحبك . فما أحسن لو أنهما شخص واحد. Saat gembira, kita cenderung datang kepada orang yang kita cintai. Saat sedih, kita cenderung berkeluh kesah kepada orang yang mencintai kita. Alangkah indah, jika keduanya adalah orang yang sama. Ayah, ibu, istri dan keluarga adalah orang yang paling kita cintai dan paling mencintai kita. Mereka adalah kita, dan kita adalah mereka.

Inspirasi Gerhana Matahari

Ketika Sayid Ibrahim, putra Rasulullah saw, meninggal dunia, terjadilah gerhana matahari. Maka, orang-orang berkata, "Gerhana matahari terjadi karena wafatnya Ibrahim." Syahdan, Rasulullah saw keluar dan bersabda, "Saudara-Saudara, matahari dan bulan tidaklah gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Tapi, keduanya merupakan tanda kekuasaan Allah. Maka, jika terjadi gerhana lakukan salat hingga gerhana itu sembuh." (HR at-Thayalisi  dari Mughirah bin Syu'bah) لما مات إبراهيم ابن رسول الله صلى الله عليه وسلم انكسفت الشمس فقال الناس: انكسفت الشمس لموت إبراهيم فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: «يا أيها الناس إن الشمس والقمر لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته ولكنهما آيتان من آيات الله عز وجل فإذا كان ذلك فصلوا حتى تنجلي» Ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan dari Hadis ini: 1. Islam melarang keras mitos. Rasulullah saw menolak keras ketika gerhana matahari dikait-kaitkan dengan wafatnya putra beliau. Gerhana matahari harus dipahami sebagai fenom...

Orang Buta Membawa Lentera

Seorang kakek tua yang sudah buta keluar rumah pada malam hari. Anehnya dia membawa sebuah lentera untuk menerangi jalan. Seseorang yang menjumpainya di jalan terheran-heran. "Mbah, buat apa membawa lampu, apa gunanya?" Kakek tua itu menjawab dengan kalimat singkat: لكي لا يصدمني المبصرون "Agar aku tidak ditabrak oleh orang-orang yang bisa melihat." Kesalahan orang lain kepadamu kadangkala terjadi karena engkau memang meletakkan dirimu untuk disalahi. Sikap orang lain kepadamu seringkali merupakan buah dari sikapmu kepada mereka.

Diuji Dengan Sapi

Seorang pemuda datang untuk meminang putri seorang petani yang terkenal cantik di desa itu. "Baiklah, tapi aku ingin tahu sejauh mana kemampuanmu bertani dan beternak. Jika kamu bisa memegang ekor salah satu dari tiga sapiku, maka aku terima pinanganmu," kata si petani. Pemuda itu disuruh bersiaga di pintu ladang. Dia bertugas menghalangi sapi jantan yang hendak masuk ke ladang, dengan cara memegang ekornya. Sapi pertama dikeluarkan. Nyali pemuda i tu ciut. Dia tidak pernah melihat sapi sebesar itu. Tanduknya tajam, tatapan matanya tampak sangat garang. Akhirnya, dia membiarkan sapi pertama lewat. "Barangkali sapi yang kedua lebih jinak," pikirnya. Sapi jantan kedua dilepas. Nyalinya justru semakin ciut. Sapi itu jauh lebih besar, jauh lebih garang. Bahkan, liurnya menetes sambil melenguh pertanda siap menyeruduk. Pemuda itupun ketakutan, dan membiarkannya lewat. "Sapi ketiga pasti lebih jinak. Tidak akan ada sapi yang lebih garang dari ini," pikir...

Kakek Tua Dan Telinganya

Seorang kakek yang sudah berusia 80-an mendatangi dokter untuk mengobati telinganya. "Beberapa hari ini telinga saya tidak bisa mendengarkan dan merasakan apapun kecuali rasa sakit yang sangat menyiksa." Dokter langsung melakukan pemeriksaan dan mengobatinya. Setelah selesai, dokter menyampaikan biaya pengobatan yang harus dibayar. Syahdan, kakek itu menangis sejadi-jadinya. "Baiklah, kalau Anda tidak bisa membayar penuh, silakan membayar se mampunya," kata dokter. Kakek itu menjawab: ﺃﺑﻜﻲ ﻷﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻨﺤﻨﻲ السمع ﺛﻤﺎﻧﻴﻦ عاما ولم يكلفني بأجرة قط، فكم ﺃﻋﻄﺎﻧﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻛﻢ ﻋﺼﻴﻨﺎﻩ "Dokter, saya menangis sama sekali bukan karena urusan uang. Saya hanya baru tersadar bahwa Allah telah menganugerahi saya pendengaran yang baik selama 80 tahun, tanpa dipungut biaya sepeserpun." Ya Allah, betapa besar anugerah-Mu, dan betapa besar pula pengkhinatan kami atas anugerah-Mu itu. Ampuni kami, ya Rabb...

Cincin Ajaib

Seorang raja memanggil perdana menterinya yang terkenal bijak. "Perdana Menteri, buatkanlah aku sebuah cincin. Ukirilah dengan sebuah tulisan. Jika tulisan itu aku baca saat sedang gembira, maka aku menjadi sedih. Dan, jika aku baca saat sedang sedih, maka aku menjadi gembira." Perdana menteri itu segera melaksanakan perintah sang raja. Dia membuat sebuah cincin istimewa dengan ukiran kalimat pendek: هَذَا الوَقْتُ سَوْفَ يَمْضِيْ "Waktu ini pasti akan berlalu."

Pagi Hari yang Cerah

Bayangkan, bagaimana perasaan orang-orang saleh di pagi pertama dia berada surga. Mungkin dia berdiri di pintu istana, mengamati sungai-sungai yang mengalir jernih, telaga susu dan madu, taman-taman dan kebun-kebun indah yang beraneka ragam, puluhan bidadari lalulalang, bocah-bocah menggemaskan membawakan minuman-minuman segar, cakrawala langit yang cerah, dan aroma segar di mana-mana. Orang-orang yang dia cintai dalam kebaikan saling berkunj ung satu sama lain, saling bernostalgia tentang kisah masa lalu, pengalaman-pengalaman pahit di dunia yang menjadi sangat manis dalam ingatan. Semoga bisa menjadi orang-orang yang saling mencintai dalam kebaikan, bertemu karena kebaikan dan berpisah juga karena kebaikan, sehingga bisa berkumpul kembali, bernostalgia di taman-taman abadi. Semoga bisa teguh menjalani pahit getir kepatuhan yang hanya beberapa saat, demi keindahan tiada tara dalam kehidupan akhirat...

Tenggelam

Dengan segala ketidakberdayaannya, bayi Nabi Musa as tidak tenggelam saat hanyut sungai Nil. Sebaliknya, dengan segala kekuatannya, Firaun dan pasukannya tenggelam di Laut Merah. فمن كان مع الله لا يضره ضعفه ، ومن لم يكن مع الله لا ينفعه قوته "Jika bersama dengan Allah, maka selemah apapun dirimu, engkau pasti selamat. Jika jauh dari Allah, maka sekuat apapun dirimu, engkau pasti binasa." Kalau tidak di dunia, maka pasti di akhirat.

Pilihan Tipe Kita

فاللئيم لا يألو أن يكون الغير شرا منه ، والكريم لا يألو أن يكون خيرا من غيره ، والحكيم لا يألو أن يكون خيرا من أمسه ، والمخلص لا يألو أن يكون خيرا من مظاهره Orang kerdil menginginkan orang lain lebih buruk daripada dirinya. Orang hebat mengupayakan dirinya lebih baik daripada orang lain. Orang bijak mengupayakan dirinya lebih baik daripada sebelumnya. Orang tulus mengupayakan dirinya lebih baik daripada penampilannya.

Perhatian Dia Padamu

لا تعاتب أحدا على قلة اهتمامه بك ، فإن الإهتمام بعد العتاب مجاملة "Jangan sekali-kali menuntut seseorang karena dia kurang perhatian padamu. Ketahuilah, bahwa perhatian yang diberikan setelah tuntutan seringkali hanyalah bentuk kepura-puraan yang semu."

Musuh Terberat

فليس أنكى الأعداء على العلماء هو الجاهل، ولكنه المتعالم "Musuh terberat para ulama bukanlah orang-orang yang bodoh, melainkan orang-orang yang sok tahu." Sayidina Ali bin Abi Thalib menyatakan: قصم ظهري الجاهل المتعالم والعالم المتجاهل "Orang yang paling sulit aku hadapi adalah orang bodoh yang sok tahu, dan orang pintar yang berlagak bodoh."

Tentang Presiden dan Shalatnya

Ibnu Abbas r.a. bercerita: Ketika Sayidina Umar r.a. ditikam (oleh Lu’luah) di saat gelap Subuh, maka aku dan sekelompok sahabat yang berada di masjid membawa beliau ke rumahnya. Sayidina Umar menyuruh Abdurrahman bin Auf untuk menjadi imam menggantikan beliau. Sesampainya di rumah, beliau tidak sadarkan diri karena terlalu banyak darah yang keluar. Beliau baru sadar ketika Subuh sudah remang-remang. Saat itu beliau langsung bertanya,   “Apakah rakyatku sudah salat Subuh?” Kami menjawab, “Iya.” Beliau berkata, “Tidak ada Islam bagi orang yang meninggalkan salat.” Setelah itu, beliau meminta air untuk berwudu. Lalu, beliau berwudu dan salat. Setelah salam (selesai salat), barulah beliau berkata, “Wahai Ibnu Abbas, keluarlah dan cari tahu siapa yang menikamku?” | Ibnu Syabah dalam Tarikh al-Madinah: III/902 Begitulah seharusnya perhatian pemimpin umat Islam kepada urusan salat! تاريخ المدينة - ابن شبة (3/ 902) عن ابن عباس: إن عمر رضي الله عنه حين طعن في غلس السحر مع ...