Langsung ke konten utama

Postingan

Pahit Manis Kehidupan

"Tuan Guru, kenapa orang-orang mengkhianatiku padahal aku selalu berbuat baik kepada mereka? Kenapa orang-orang yang aku cintai dengan tulus justru bersikap buruk kepadaku?" Syekh itu terdiam. "Kenapa orang-orang selalu berprasangka buruk padaku, padahal aku melakukan hal-hal baik dengan tujuan yang baik?" Syekh tetap diam. Pemuda itu mulai menangis. "Ya Syekh, mengapa setiap air susu yang aku berikan kepada mereka, selalu mereka balas dengan air tuba!?" Tiba-tiba Syekh itu berdiri dan meletakkan tangannya di dada sang pemuda. "Nak, engkau datang ke sini bukan untuk mengadukan kesialan hidupmu. Engkau justru mengadukan betapa cintanya Allah kepadamu." Ketika Allah mencintai seseorang, maka Allah pasti memberikan ujian yang berat kepadanya. Ketika seseorang tetap teguh dengan kebaikan pada saat ujian dan godaan datang silih berganti, maka hal itu merupakan pertanda kuat bahwa Allah sedang mengangkat derajat kemuliaannya. Ya Allah berilah kami k...
Postingan terbaru

Kurma yang Membusuk

Seorang ibu miskin mengambil beberapa butir kurma dari sebuah kantong, dia mengamati lalu membuangnya. Rupanya kurma-kurma itu sudah mulai membusuk. Akhirnya, dia berdiri dan mematikan lampu, lalu memakan sisa kurma yang berada di dalam kantong itu hingga tak tersisa. ربما نتجاهل لكي نعيش "Ada saatnya kita harus pura-pura tidak tahu untuk bisa bertahan hidup." Ada saatnya, kita harus membohongi perasaan sendiri demi sebuah tujuan.

Generasi Remaja

Dalam usia 16 tahun, Sahabat al-Arqam menjadikan rumahnya di atas bukit Shafa sebagai pusat gerakan umat Islam di Makkah. Di sanalah Rasulullah saw membimbing para Sahabat untuk menghindari pengintaian Kafir Quraisy. Dalam usia 13-14 tahun, Muadz bin Amr bin Jamuh dan Muawwidz bin Afra' menjadi pahlawan yang berhasil membunuh Abu Jahal dalam Perang Badar. Dalam usia 13-15 tahun, Zaid bin Tsabit sudah menjadi Sekretaris Rasulullah saw dan menguasai beberapa bahasa. Dalam usia sekitar 17 tahun, az-Zubair bin Awwam menjadi orang pertama yang menghunus pedang untuk membela Islam. Marilah renungkan kembali, apa yang telah diperbuat oleh generasi kita dalam usia-usia itu!?

Keluarga

فعندما تفرح تذهب الى شخص تحبه ، وعندما تحزن تلجأ الى شخص يحبك . فما أحسن لو أنهما شخص واحد. Saat gembira, kita cenderung datang kepada orang yang kita cintai. Saat sedih, kita cenderung berkeluh kesah kepada orang yang mencintai kita. Alangkah indah, jika keduanya adalah orang yang sama. Ayah, ibu, istri dan keluarga adalah orang yang paling kita cintai dan paling mencintai kita. Mereka adalah kita, dan kita adalah mereka.

Inspirasi Gerhana Matahari

Ketika Sayid Ibrahim, putra Rasulullah saw, meninggal dunia, terjadilah gerhana matahari. Maka, orang-orang berkata, "Gerhana matahari terjadi karena wafatnya Ibrahim." Syahdan, Rasulullah saw keluar dan bersabda, "Saudara-Saudara, matahari dan bulan tidaklah gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Tapi, keduanya merupakan tanda kekuasaan Allah. Maka, jika terjadi gerhana lakukan salat hingga gerhana itu sembuh." (HR at-Thayalisi  dari Mughirah bin Syu'bah) لما مات إبراهيم ابن رسول الله صلى الله عليه وسلم انكسفت الشمس فقال الناس: انكسفت الشمس لموت إبراهيم فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: «يا أيها الناس إن الشمس والقمر لا ينكسفان لموت أحد ولا لحياته ولكنهما آيتان من آيات الله عز وجل فإذا كان ذلك فصلوا حتى تنجلي» Ada beberapa hal yang bisa kita simpulkan dari Hadis ini: 1. Islam melarang keras mitos. Rasulullah saw menolak keras ketika gerhana matahari dikait-kaitkan dengan wafatnya putra beliau. Gerhana matahari harus dipahami sebagai fenom...

Orang Buta Membawa Lentera

Seorang kakek tua yang sudah buta keluar rumah pada malam hari. Anehnya dia membawa sebuah lentera untuk menerangi jalan. Seseorang yang menjumpainya di jalan terheran-heran. "Mbah, buat apa membawa lampu, apa gunanya?" Kakek tua itu menjawab dengan kalimat singkat: لكي لا يصدمني المبصرون "Agar aku tidak ditabrak oleh orang-orang yang bisa melihat." Kesalahan orang lain kepadamu kadangkala terjadi karena engkau memang meletakkan dirimu untuk disalahi. Sikap orang lain kepadamu seringkali merupakan buah dari sikapmu kepada mereka.

Diuji Dengan Sapi

Seorang pemuda datang untuk meminang putri seorang petani yang terkenal cantik di desa itu. "Baiklah, tapi aku ingin tahu sejauh mana kemampuanmu bertani dan beternak. Jika kamu bisa memegang ekor salah satu dari tiga sapiku, maka aku terima pinanganmu," kata si petani. Pemuda itu disuruh bersiaga di pintu ladang. Dia bertugas menghalangi sapi jantan yang hendak masuk ke ladang, dengan cara memegang ekornya. Sapi pertama dikeluarkan. Nyali pemuda i tu ciut. Dia tidak pernah melihat sapi sebesar itu. Tanduknya tajam, tatapan matanya tampak sangat garang. Akhirnya, dia membiarkan sapi pertama lewat. "Barangkali sapi yang kedua lebih jinak," pikirnya. Sapi jantan kedua dilepas. Nyalinya justru semakin ciut. Sapi itu jauh lebih besar, jauh lebih garang. Bahkan, liurnya menetes sambil melenguh pertanda siap menyeruduk. Pemuda itupun ketakutan, dan membiarkannya lewat. "Sapi ketiga pasti lebih jinak. Tidak akan ada sapi yang lebih garang dari ini," pikir...